Isi Kepala Ila: Enemy to Bestie
(Sebenernya ini tulisan udah ngendap lama di laptop dan baru kuselesaikan hari ini. Jadi maklum bahasanya masih gak jelas WKWK) 22:09 24 Juni 2021 Pernah tertegun gak sih betapa orang bisa baik banget sama kita? Hari ini aku ngerasa banget betapa hidup terus berjalan dan emosi senantiasa berubah. Hari ini pula aku dapat kabar bahwa seorang teman telah berhasil mempublish jurnal akademiknya. And I can’t be more proud of her. Tapi yang ngebuat aku sedikit mematung di depan laptop sekarang adalah ketika namaku disebutnya sebagai sahabat yang selalu support dia when in fact I feel like I did nothing to help her. Aku jadi keinget di awal perkuliahan dan pertemuanku dengannya aku tidak terlalu suka dengannya. Bukannya benci, aku masih bisa interact and get along with her but aku ga kepikiran untuk menjadi teman apalagi sahabat. Karena aku diam diam menyimpan rasa iri dalam diriku. Aku enggak bisa kaya dia. Aku engga bisa mengejar dia. Padahal kita satu kelas dan begitu dekat. Sampai ra...