The Old House Part 1 : Mysterious Man

‘Brukkk’


Aku menjatuhkan setumpuk buku di meja kantin kampusku. Alice yang sedang menyeruput jus nya sedikit tersentak.”Uh,Caitlin! Kau membuatku kaget! Kau tak ingat ini kampus?”omel Alice. 

”Huuffffttt,hari yang melelahkan. Kau sih santai saja tak ada jadwal kuliah hari ini,sedangkan aku? Ada 8 kelas hari ini!”Aku menyandarkan tubuhku di kursi.

”Kau juga sih, membolos 3 kelas minggu kemarin”delik Alice. aku tak mempedulikan ucapan Alice lalu melihat-lihat sekeliling kantin kampus. 

Kantin Kampusku yang bernama ‘Green Cafe’ ini memang sungguh menyenangkan,Disamping makanan dan minumannya yang enak, Udara di kantin ini sejuk,karena di sekitar kantin ini banyak sekali di tumbuhi tanaman. Dari pohon yang besar,sampai pot-pot yang berjajar rapi di depan kantin,

Pria itu menatapku lagi. Dengan tatapan mendelik dia menatapku penuh kerinduan. Dia
seperti merindukan seseorang atau lebih tepatnya menunggu seseorang. Aku hanya tersenyum kikuk saat memergokinya sedang menatapku.

”Emm,Caitlin? Pria itu lagi?”tanya Alice. ”Iya,aku penasaran siapa dia sebenarnya dan kenapa dia terus menatapku seperti itu?”bisiku kepada Alice. 

”Setauku,dia itu murid baru di kelas Sejarah. Dia pindahan dari Los Angeles. Hanya itu yang ku ketahui. Ohya, dia juga jarang berbicara pada anak-anak di kelas Sejarah.”


“Misterius dan...aneh”ucapku menambahi keterangan yg diberikan Alice.Aku merasakan kalau pria aneh itu masih memandangiku...

***

Aku membuka buku yang kugunakan sebagai catatan jadwal kelas. Aku membaca teliti jadwal hari Kamis yg sudah kutambahkan dengan jadwal bolosku. Kelas Sejarah.Itu artinya aku akan satu kelas dengan si pria aneh bin misterius itu. Aku menutup buku jadwalku lalu kumasukkan kedalam tas yang kuselempangkan di samping tubuhku.

Kulangkahkan kakiku menuju kelas Sejarah yang terletak di ujung kampus,jadi jaraknya cukup jauh dari tempat aku berdiri sekarang. Aku sedikit berlari kesana.
Kubuka pintu kelas, dan disambut oleh tatapan tajam para siswa di kelas itu,

”Caitlin! Lagi-lagi kau telat! Kali ini ku maafkan! Cepat duduk!” Teriak Mr.Johnson yang terkenal killer itu.

Aku hanya menelan ludahku lalu tersenyum kikuk ke arahnya,uh,Sial!
Aku melihat diantara tempat duduk yang berjajar,yang kosong hanyalah di pojok kelas. Ada seorang pria berambut emas sedang menulis sesuatu di bukunya,aku merasa sangat familiar dengan rambut itu. Aku melangkahkan kakiku kesana.Aku menoleh ke arahnya setelah duduk di sebelahnya,dia,dia..pria yang sering mengikutiku!!! Hmm,dia cukup tampan jika dilihat dari dekat.

Aku tidak berani menolehkan kepalaku,dan kurasa dia terus menerus memandangiku.

”Kau memang berbeda.”bisik pria itu.

Aku bergidik. Nafas pria itu berhembus tepat di telingaku!

“Maaf?” 
Dia tak menjawab pertanyaanku. Sungguh aku ingin sekali menampar pria ini sekarang juga! Setelah dia mengikutiku terus menerus sekarang dia seenaknya saja berbisik di telingaku! Aku ingin segera pulangg!!!

Tak lama kemudian bel pulang berbunyi,Oh yeaahhh!! Akhirnya aku bisa pulang jugaaaa!!!
“Baik,Bel pulang sudah berbunyi”Aku segera mengemasi buku dan memasukkannya ke dalam tas selempangku dan segera berlari keluar kelas.


****
Aku memakirkan sepedaku di garasi dan mulai memasuki rumah. “Mommy? Christian? Where Are Youuu?” aku berteriak memanggil mom dan Christian,hasilnya nihil. Hanya gemaan suaraku yang terdengar.

‘Jderrr’ suara petir menyambar.

Oh Sial! Hari ini malang sekali nasibku, sudah mendapatkan banyak kelas,bertemu pria aneh,sendirian di rumah,dan sekarang turun hujan.Oh,sial sial siaaal! ‘Jderrrr’ ‘Brsssssssssss’

Hujan deras mengguyur jalanan kota California dan aku disini duduk menikmati coklat panas dan duduk membaca novel. 
Aku benci sendirian, seandainya Alice tidak ada kencan dengan Jake hari ini mungkin dia bisa kutelepon untuk menemaniku di rumah. Biasanya,pada pukul 4 sore seperti ini Christian sedang menunggu Jenny,pacarnya dari tempat kerja Jenny,Sanggar Balet Unique

Semua orang berkencan dan aku sendirian di rumah ini, Sial! Mom pergi entah kemana,biasanya jika sedang di rumah dan hujan seperti ini dia akan membuatkan ku pisang coklat di taburi keju,ohh nikmatnyaaaa.


Petir semakin menyambar membuatku bergidik, Aku menoleh ke arah jendela dan menatap rumah tua di seberang rumahku itu. Kata Mom kemarin, ada orang baru yang menempati rumah tua itu. Rumah itu membuat bulu romaku merinding, suasa nya sungguh mengerikan, apalagi di tambah hujan deras di sertai angin kencang seperti ini, membuat halaman rumah itu seperti kuburan.
Sepi,gelap,kotor, aku saja sering ketakutan jika melihat rumah itu. Aku heran, apa yang membuat orang baru itu mau tinggal disana? Ukiran di rumah itu memang cukup indah, apalagi kesan tua membuat ornamen ukiran di rumah itu semakin terlihat artistik. Tapi,suasana nya yang kotor dan gelap membuat siapa saja ngeri,Hiiiii.


Angin meliuk-liukan pohon di rumah tua itu. Petir menyambar dengan secercah cahaya. PRIA ITU! Aku kaget setengah mati. Pria itu sedang berada di lantai 2 rumah itu dan menatap ke arahku dengan tatapan datanglah-ke-sini-. Wajahnya tampak putih pucat dan kaku, dia tampak seperti mayat hidup sekarang. 
Jantungku berdegup kencang seperti mau copot. Mulutnya yang dingin dan kaku bergerak aneh. Dia seperti ingin mengucapkan sesuatu, aku semakin merinding, tubuhku kaku di tempat seperti patung. Oh Tuhaan,Mommy! Christian! Daddy!!


Pria itu menatapku penuh rindu. Aku masih bertanya-tanya sebenarnya yang dia rindukan itu siapa. Oh Tuhan, wajahnya yang kaku dan pucat menambah ketampanannya! Tidak,bukan. Oh,Christian! Selamatkan akuuu!!

Comments

Popular posts from this blog

IlaMembaca : Saman karya Ayu Utami

IlaMemirsa Anime: Dororo, Balas Dendam sang Tumbal Pesugihan

Isi Kepala Ila: Ghosting