The Old House Prolog

Pancaran tajam dari mata hazel itu seakan menusuk mataku lagi. Dari seberang rumahku terlihat seorang pria dengan raut wajah pucat yang seolah memanggilku untuk menemuinya. Mulutnya seolah mencoba berbicara padaku. Tapi,bibir merah muda dingin itu hanya bergumam tak jelas.Aku semakin ketakutan. Tak ada orang dirumah. Hujan lebat diluar menambah ketakutanku. Petir menyambar-nyambar seolah ingin berpartisipasi untuk menambah lagi ketakutanku.

Mata hazel itu tak lagi menatapku tajam.Mata itu menatapku sayu,indah. Pria dengan wajah tampan bermata sayu. Raut wajahnya sungguh dingin dan kaku. Bibir nya yang tipis bergetar seperti ingin mengucapkan sesuatu.


Kilatan menyambar,memberikan sedikit siluet di jendela seberang rumahku. Dia hilang! Aku menutup gorden jendelaku,lalu menoleh. PRIA ITU ! lalu kepalaku terasa berat,dan aku tak ingat apa-apa lagi....

Comments

Popular posts from this blog

IlaMembaca : Saman karya Ayu Utami

IlaMemirsa Anime: Dororo, Balas Dendam sang Tumbal Pesugihan

Isi Kepala Ila: Ghosting